- Pengikat CO2 (Karbon dioksida) dan menggantinya dengan O2 (Oksigen) yang biasa kita hirup untuk bernafas.
- Tempat tinggal hewan.
- Tempat penyerapan air ketika hujan.
- Pelestarian tanah yang berhumus. Dan sebagainya
Hutan yang ada di dunia semakin sedikit. Khususnya di Indonesia yang 70 persen wilayahnya berupa hutan. Namun, saat ini hutan tersebut banyak ditebang oleh pembalak-pembalak liar yang tidak bertanggung jawab. Mereka tidak peduli dengan penanaman pohon kembali. Sebanyak 42 juta hektar atau 32 persen dari 130 juta hektar luas hutan di Indonesia sudah hilang. Lahan hutan yang tidak ditanami lagi menyebabkan bencana datang. Bencana itu antara lain berupa tanah longsor, banjir, dan sebagainya
Hutan yang tidak ditanami lagi atau gundul, juga menyebabkan banyak hewan punah. Mereka punah karena tidak ada lagi tempat tinggal dan makanan yang cukup untuk kebutuhan mereka. Sehingga, mereka mencari makanan di desa-desa dekat hutan. Akibatnya, banyak penduduk yang mengeluh karena merasa tempat mereka tidak nyaman dan aman lagi.
Selain itu, fungsi hutan sebagai pengikat oksigen, atau sebagai paru – paru dunia, menjadi rusak. Sehingga menyebabkan suhu di dunia menjadi semakin panas dan berakibat pada peningkatan pemanasan global atau efek rumah kaca.
Demikianlah sedikit uraian yang bisa saya sampaikan. Semoga bermanfaat di kemudian hari.
Melihat fenomena tadi, kita sebagai penerus bangsa haruslah menjaga hutan kita agar tetap lestari. Karena, hutan yang lestari bisa mengurangi bencana yang ada di Indonesia dan akan menimbulkan banyak manfaat lainnya.
Refrensi : blawgerpoet.blogdetik.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar