BAB I Pendahuluan
Pemberontakan di Indonesia, sudah ada sejak sebelum kemerdekaan. Dan pemberontakan itu, kian hari, kian bertambah seiring berubahnya sistim pemerintahan yang dibuat oleh pemerintah pusat dan karena rasa kekecewaan terhadap cara memimpin pemerintah.
Beberapa pemberontakan yang cukup terkenal adalah pada saat Belanda ingin menguasai indonesia lagi. Dalam menghadapi pemberontakan – pemberontakan tersebut, pemerintah agak kesulitan karena sebagian besar TNI menjaga garis demarkasi untuk menghadapi Belanda.
Oleh Karena itu, pemerintah mengambil 2 cara untuk menumpas pemberontakan tersebut.
- Pendekatan yang bersifat damai
- Operasi Militer bersenjata
Semua itu, bertujuan untuk menegakan negara yang berdasarkan pancasila dan memberi rasa aman, nyaman, tentram kepada rakyat Indonesia.
BAB II CONTOH PEMBERONTAKAN DI INDONESIA
- Peristiwa Madiun/PKI
Peristiwa Madiun/PKI, disebabkan oleh Jatuhnya Kabinet Amir Syarifudin. Oleh karena itu, Amir bersama Musso membentuk FDR (Front Demokrasi Rakyat). Mereka bertujuan untuk meruntuhkan pemerintahan RI yang berdasarkan Proklamasi 17 Agustus 1945 yang akan diganti dengan pemerintahan yang berdasarkan paham komunis.
Ada beberapa aksi PKI dalam mengacaukan pemerintahan :
1. Melancarkan propaganda anti pemerintahan
2. Menyebar fitnah
3. Mengadu domba kalangan politik
4. Melakukan pemogokan buruh dan Tani yang terjadi di Delanggu
5. Mengacau wilayah Surakarta
6. Menculik dan Membunuh tokoh – tokoh politik di soso, Goeong, Garing (Magetan) dan kresek Madiun
Pendukung dari PKI pun juga cukup banyak. Diantaranya, Partai Sosialis Indonesia, Pemuda Sosialis Indonesia, PPKI, dan Sentral Organisasi Buruh Seluruh Indonesia (SOBSI).
Usaha pemerintah dalam menumpas PKI / Peristiwa Madiun adalah :
1. membentuk GOM( Gerakan Operasi Militer )
2. Menunjuk Kolonel Gatot Subroto sebagai Gubernur Militer di Jateng
3. menunjuk Kolonel Sungkono sebagai Gubernur Militer di jatim
4. mengerahkan kekuatan – kekuatan TNI dan polisi untuk menumpas kaum Pemberontak di Jateng dan Jatim
- Pemberontakan DI-TII
- Tasikmalaya
7 Agustus 1949, Sekarmadji Marijan Kartosuwirjo melakukan pemberontakan di Tasikmalaya, Jawa Barat. Pemberontakan itu, disebut DI-TII (darul Islam-Tentara Islam Indonesia).
Sebab terjadinya pemberontakan itu, dikarenakan pasukan siliwangi yang hijrah ke Jogjakarta dan jawa Tengah untuk melaksanakan ketentuan dalam perundingan Renvile.
Ada beberapa hambatan yang dimiliki pemerintah saat menumpas pemberontakan tersebut. Yaitu :
1. Medannya berupa daerah – daerah pegunungan sehingga sangat mendunkung pasukan DI-TII untuk bergerilya.
2. Pasukan Kartosuwiryo dapat bergerak leluasa di kalangan rakyat.
3. Pasukan DI-TII mendapat bantuan dari beberapa orang Belanda
4. Suasana politik sedang tidak stabil dan sikap beberapa kalangan politik telah mempersulit usaha – usaha pemulihan keamanan
- Jawa Tengah
Pemberontakan DI/TII di Jawa Tengah terjadi di beberapa Daerah, yaitu :
1. Brebes & Tegal dipimpin oleh Amir Fatah
2. Pekalongan dipimpin oleh Amir Fatah
3. Kebumen dipimpin oleh Kyai Moh Mafudz Abdurrachman (Kyai Sumolangu)
4. Kudus dan Magelang dipimpin Batalyon, Amir Fatah
Strategi penumpasan DI/TII menggunakan beberapa Operasi militer. Diantaranya:
1. Operasi Militer Gerakan Banteng Negara (GBN)
2. Membuat pasukan khusus Banteng Raiders
3. Operasi Guntur
4. dan Operasi Merdeka Timur
- Aceh
Pemberontakan DI/TII aceh, dipimpin oleh Teuku Daud Beuroh. Pemberontakan itu, disebabkan oleh rasa kekecewaan Daud Beuroh kehilangan kedudukan sebagai Gubernur Militer dan status Aceh juga diturunkan dari Daerah Istimewa, menjadi karesidenan di bawah Provinsi Sumatera Utara.
Upaya Pemberantasan DI/TII tersebut hanya 2. yaitu :
1. dengan Operasi Militer
2. dan dengan cara bermusyawarah secara damai. Musyawarah itu disebut “Musyawarah Kerukunan rakyat Aceh.
- Sulawesi Selatan
Pemberontakan DI/TII di sulawesi selatan, dipimpin oleh kahar Muzakar. Pemberontakan itu disebabkan karena penolakan tuntutan kahar Muzakar. Yaitu, menuntut agar pasukannya yang tergabung dalam Komando Gerilya Sulawesi Selatan dimasukkan ke Angkatan Perang RIS (APRIS).
Pemerintah melakukan beberapa cara untuk menumpas pemberontakan tersebut. Yaitu dengan pendekatan terhadap Kahar Muzakar, yang diminta untuk menjadi letnan kolonel. Kedua, melakukan Operasi militer senjata.
- Kalimantan
Pemberontakan DI/TII kalimantan, dipimpin oleh Ibnu hajar atau Haderi Bin Umar. Pemberontakan tersebut disebabkan oleh Rasa Ketidakpuasan Ibnu hajar pada pemerintah dan ingin membentuk negara Islam.
Dalam menghadapi Pemberontakan itu, pemerintah menggunakan beberapa cara. Pertama, mereka melakukan pendekatan terhadap Ibnu hajar dan memintanya masuk TNI. Karena Ibnu hajar melarikan diri, maka, pemerintah membentuk Operasi Bersenjata untuk menangkap dan memusnahkan Ibnu hajar.
- Berbagai keadaan Poleksosbud sebelum peristiwa G 30 S / PKI
- Keadaan Politik :
Kondisi politik menjadi panas karena antar partai politik saling mencurigai. Antar para ABRI dan partai politik, dan keduanya dengan Presiden. Mereka Bersaing untuk saling merebut pengaruh / saling mendominasi.
- Keadaan ekonomi
Keadaan ekonomi amat sangat memprihatinkan hingga muncul; krisis ekonomi nasional. Peluang PKI dan organisasi pendukungnya memperluas pengaruhnya. Dengan memanfaatkan peluang tersebut, PKI menyatakan sebagai partai perjuangan bagi perbaikan nasib rakyat dengan janji – janji naik gaji / upah pembagian tanah dan sebagainya.
- Keadaan Sosial Budaya
PKI dan para pendukungnya semakin mendapat pengaruh dengan mengancam dan melakukan tindakan kekerasan. Tindakan PKI inilah yang akhirnya juga ddibalas oleh para anti PKI. Sehingga masyarakat menjadi semakin resah karena sering terjadi pertikaina fisik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar